Selasa, 11 Maret 2014

Tips Atasi Cemburu Agar Hubungan Tetap Awet

Foto: Copyright ThinkStockPhotos.com
Jika Anda ingin membangun hubungan yang damai dan langgeng, tentunya Anda lebih baik jauh dari urusan cemburu. Walaupun sering disebut sebagai bumbunya cinta, cemburu adalah akar penyakit yang bisa membuat hubungan asmara jadi mudah sekali retak.
Yang tadinya terasa manis akan berubah menjadi membosankan. Emosi juga jauh lebih sering mewarnai ketimbang momen-momen indah. Apakah Anda mau hubungan berlangsung demikian?
Ingin hubungan Anda berjalan baik dan langgeng, coba tips di bawah ini ya.
Bersikap wajar
Api cemburu memang panas, tetapi usahakan masih bersikap wajar. Tidak perlu menuduh, tetapi cari tahu dengan bertanya langsung padanya. Berbicara dari hati ke hati akan mengungkap kebenarannya dan membuat Anda jauh lebih tenang.
Berikan kepercayaanMembiarkan api cemburu membakar Anda tentunya akan terbayang hal-hal yang negatif saja. Berikan kepercayaan pada kekasih Anda, baik saat berhubungan dengan teman pria maupun teman wanita. Fokuskan saja pikiran Anda pada sisi positif hubungan Anda. Ketika pria merasa nyaman, tidak terkekang dan dipercaya, ia akan jauh lebih setia pada cinta yang Anda berikan.
Apa yang membuat Anda cemburu?
Lebih dulu cari sesuatu yang membuat Anda cemburu. Tanyakan pada diri Anda kemudian kembali pikirkan dengan logika. Apabila ternyata Anda mendapati hal itu hanya sebatas emosi saja, maka Anda sudah tahu kan bahwa cemburu yang Anda rasakan bukanlah hal yang penting untuk diteruskan.
Lupakan masa lalu
Apabila pengalaman sebelumnya membuat Anda sakit hati karena dikhianati, maka simpanlah pengalaman tersebut hanya dengan satu orang yang sudah berlalu saja. Kekasih Anda kali ini belum tentu akan menyakiti perasaan Anda lho. Jadi jangan biarkan bayang-bayang masa lalu memicu api cemburu.
Habiskan waktu berdua
Miliki waktu di mana Anda dan dia benar-benar bisa berdua dan menyadari memiliki satu sama lain. Buat waktu ini sangat berkualitas, matikan ponsel masing-masing sehingga tidak dibuat ribet dengan urusan lain.
Jangan curhat di socmed
Hindari curhat di social media apabila Anda curiga atau cemburu. Urusan cemburu adalah urusan Anda dan kekasih Anda, bukan dengan orang lain.
Perjelas situasinya
Jujurlah saja padanya bahwa Anda cemburu. Paparkan pula apa penyebabnya sehingga ia bisa melakukan konfirmasi dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Cemburu hanya akan menjadi faktor perusak hubungan apabila Anda membiarkannya berlarut-larut. Belajarlah mengelola emosi dan perasaan Anda, dan bersabarlah ketika menjalani sebuah hubungan agar hubungan Anda menjadi langgeng dan manis.

Sabtu, 08 Februari 2014

Pengertian Dan Contoh Paragraf Persuasif


APA ITU PARAGRAF PERSUASIF ?


Paragraf Persuasif adalah karangan yang bertujuan mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu dengan cara memberikan alasan dan prospek yang baik. Seperti halnya karangan argumentasi, karangan persuasi termasuk jenis tulisan yang dibuat untuk memengaruhi orang (hortatoris). Dalam argumentasi, pengarang hanya mengharapkan pembaca mengakui pembenaran yang ada dalam paragraf. Sedangkan dalam persuasi, pengarang mengharapkan pembaca mengikuti perbuatan sesuai instruksi yang dianjurkan penulis. Perbedaan karangan hortatoris dengan karangan lainnya adalah adanya unsur opini, data, fakta, dan alasan sebagai penyokong opini tersebut.


Contoh Paragraf PersuasifSatu hal lagi yang menghambat keselamatan terumbu karang, yaitu lemahnya peraturan perundangan yang diterapkan. Manusia menjadi faktor utama pelaku perusakan terhadap spesial ini. Untuk itu, harus ada tindakan tegas dari aparat terkait dengan memberi hukuman yang berat bagi pelakunya. Dengan demikian, diharapkan akan menjadi benteng terakhir bagi keselamatan terumbu karang. Adanya sanksi hukum yang berat tentu akan menjadi efek jera. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap penyelamatan terumbu karang juga harus ditumbuhkan.

Pengertian Paragraf Eksposisi, Contoh Paragraf Eksposisi

APA ITU PARAGRAF EKSPOSISI ?

Paragraf Eksposisi adalah paragraf atau karangan yang mempunyai tujuan untuk memberikan informasi tentang sesuatu sehingga bisa memperluas pengetahuan pembaca. Paragraf eksposisi bersifat ilmiah/ nonfiksi. Sumber karangan paragraf eksposisi ini bisa diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian atau pengalaman
Macam macam paragraf eksposisi :
1. eksposisi definisi
2. eksposisi proses
3. eksposisi klasifikasi
4. eksposisi ilustrasi (contoh)
5. eksposisi perbandingan & pertentangan, dan
6. eksposisi laporan

Ciri ciri paragraf eksposisi
1. berupa tulisan yang memberikan pegertian dan pengetahuan
2. menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa, kapan, dan bagaimana;
3. disampaikan secara lugas dengan menggunakan bahasa baku
4. Bersifat netral, dalam artian tidak memihak, dan memaksakan sikap penulis terhadap pembaca

Contoh paragraf eksposisi:

1. Contoh Paragraf Eksposisi Definisi
Bekam atau hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh lewat permukaan kulit. menurut pemahaman umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.

2. Contoh Paragraf Eksposisi Proses
Hingga saat ini, bantuan untuk para korban letusan gunung merapi belum merata. Hal ini bisa disaksikan di beberapa wilayah sleman. Misalnya, di Desa P. Sampai saat ini, warga Desa P hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. Keadaan seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah belum merata

Pengertian dan Contoh Paragraf Narasi

APA ITU PARAGRAF NARASI ?


Paragraf Narasi adalah karangan yang bertujuan menceritakan atau mengisahkan peristiwa dalam satu urutan waktu. Narasi harus mengungkapkan kronologis peristiwa dari awal sampai akhir yang terdiri dari beberapa unsur pokok, yakni kejadian, tokoh, dan konflik. Bersatunya ketiga unsur tersebut akan membentuk sebuah alur atau plot. Narasi dapat bersifat faktual dan rekaan/fiksi. Contoh narasi yang bersifat faktual, adalah biografi (riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain), autobiografi (riwayat hidup seseorang yang ditulis sendiri) dan kisah perjalanan, sementara contoh narasi yang bersifat rekaan antara lain roman, novel, cerpen, cerbung, dan komik. 


Pengertian Dan Contoh Paragraf Narasi
Contoh Suasana benar-benar kacau bakat. Beberapa orang melompat ke tepi dan menebur ke kali. Beberapa perahu yang lepas tampak melaju menuju hulu. Yang lainnya menyusul, sementara menanti terdengar riuh sekali. Begitu saja keadaan terjadi. Arus deras dari kampar-kampar menyerbu dari hulu membantu sampan-sampan ke hilir. Lengking suara orang dan tabuhan gong menandakan tibanya petaka. Asap yang terkepul hitam legam menunjukkan bahwa sedang terjadi kebakaran (Rotan, karya Korrie Layun Rampan)




Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi



APA ITU PARAGRAF ARGUMENTASI ? 


Paragraf adalah bagian dalam suatu karangan yang mengandung satu gagasan pokok atau pikiran utama dan beberapa gagasan penjelas. Paragraf dapat pula diartikan sebagai suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Paragraf merupakan himpunan dari kalimat kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan.
Pengertian Paragraf Argumentasi
Argumentasi berasal dari kata argumen. Jadi paragraf argumentasi adalah paragraf yang isinya disertai alasan-alasan, contoh-contoh dan bukti-bukti yang meyakinkan sehingga pembaca akan membenarkan isi paragraf tersebut.


Contoh Paragraf Argumentasi (1)
Selokan ini sangat kotor. Sampah sampah berserakan di sana sini. Nyamuk senang bersarang dan bertelur di sini karena airnya menggenang. Oleh sebab itu kita harus membersihkan selokan ini supaya air lancar mengalir. Dengan demikian nyamuk tidak akan bersarang dan bertelur di tempat ini.
Contoh Paragraf Argumentasi (2)


Pemakaian bahasa Indonesia di seluruh daerah di tanah air dewasa ini belum bisa dikatakan seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan kalimat terlihat dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan, sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Di lingkungan persuratkabaran, radio dan tv pemakaian bahasa indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperalihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta fakta di atas menunjukkan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu lebih ditingkatkan

Demikian lah tadi sedikit ulasan mengenai pengertian dan contoh paragraf argumentasi. Semoga ada manfaatnya.

REAKSI REDOKS


Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang disertai perubahan bilangan oksidasi atau reaksi yang di dalamnya terdapat serah terima elektron anatar zat. Reaksi redoks sederhana dapat disetarakan dengan mudah tanpa metode khusus, seperti yang telah dijelaskan di kelas X. akan tetapi untuk reaksi yang cukup kompleks, ada dua metode yang dapat digunakan untuk meyetarakannnya, yaitu:

1. Metode bilangan oksidasi, yang digunakan untuk reaksi yang berlangsung tanpa atau dalam air, dan memiliki persamaan reaksi lengkap (bukan ionik).2. Metode setengah reaksi (metode ion elektron), yang digunakan untuk reaksi yang berlangsung dalam air dan memiliki persamaan ionik.
Meyetarakan persamaan Reaksi Redoks
1. Metode bilangan oksidasiPrinsip dasar metode ini adalah jumlah kenaikan bilangan oksidasi dari reduktor (zat yang teroksidasi) sama dengan jumlah penurunan bilangan reduksi dari oksidator (zat yang tereduksi). Untuk menyetarakan persamaan redoks dengan metode ini, harus ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:1. Tulislah bilangan oksidasi setiap unsur untuk mengetahui unsur mana yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.2. Setarakan jumlah unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi antara ruas kiri dengan ruas kanan dengan menambah koefisien yang tepat.3. Tentukan jumlah berkurang dan bertambahnya bilangan oksidasi.4. Setarakan jumlah perubahan jumlah bertambah dan berkurangnya bilangan oksidasi tersebut dengan memberi koefisien yang sesuai.5. Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation, anion, hidrogen, dan terakhir oksigen (KAHO).
Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah contoh berikut:

Setarakan reaksi berikut dengan metode bilangan oksidasi:MnO(s) + PbO2 (s) + HNO3 (aq)→ HMnO4(aq) + Pb(NO3)2 (aq)+ H2O(l)
Jawab:Langkah 1, tulislah bilangan oksidasi setiap unsur untuk mengetahui unsur mana yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.+2 -2 +4 -2 +1 +5 -2 +1 +7 -2 +2 +5 -2 +1 -2MnO(s) + PbO2 (s) + HNO3 (aq)→ HMnO4(aq) + Pb(NO3)2 (aq)+ H2O(l)oksidasi reduksiLangkah 2, setarakan jumlah unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi antara ruas kiri dengan ruas kanan dengan menambah koefisien yang tepat.Terdapat 1 atom Mn di ruas kanan dan kiri, sehingga tidak perlu disetarakanTerdapat 1 atom Pb di ruas kanan dan kiri, sehingga tidak perlu disetarakanLangkah 3, tentukan jumlah berkurang dan bertambahnya bilangan oksidasi.Oksidasi: +2 +7MnO → HMnO4jumlah kenaikan b.o = (jumlah atom Mn) x (kenaikan b.o per atom Mn)= (1) x (5) = 5Reduksi: +4 +2PbO2 → Pb(NO3)2Jumlah penurunan b.o = (jumlah atom Pb) x (penurunan b.o per atom Pb)= (1) x (2) = 2Langkah 4, setarakan jumlah perubahan jumlah bertambah dan berkurangnya bilangan oksidasi tersebut dengan memberi koefisien yang sesuai.Untuk menyamakan perubahan bilangan oksidasi, maka dilakukan perkalian silang berikut:Oksidasi: MnO → HMnO4 (x 2) diperoleh 2MnO → 2HMnO4Reduksi: PbO2 → Pb(NO3)2 (x 5) 5PbO2 → 5Pb(NO3)2Persamaan reaksi menjadi:2MnO + 5PbO2 + HNO3→ 2HMnO4 + 5Pb(NO3)2 + H2OLangkah 5, setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation, anion, hidrogen, dan terakhir oksigen (KAHO).Kation, tidak adaAnion NO3-, jumlah anion NO3- di ruas kiri = 1 dan di ruas kanan = 10. jadi setarakan NO3- dengan mengubah koefisien HNO3 ruas kiri dari 1 menjadi 10.2MnO + 5PbO2 + 10HNO3→ 2HMnO4 + 5Pb(NO3)2 + H2OHidrogen. Jumlah atom hidrogen di ruas kiri 10 dan di ruas kanan 4. jadi, setarakan H dengan mengubah H2O di ruas kanan dari 4 menjadi 10.2MnO + 5PbO2 + 10HNO3→ 2HMnO4 + 5Pb(NO3)2 + 4H2OOksigen. Jumlah atom oksigen di ruas kanan = 42 dan di ruas kiri =42. jadi sudah setara.Jadi, persamaan yang diperoleh adalah2MnO + 5PbO2 + 10HNO3→ 2HMnO4 + 5Pb(NO3)2 + 4H2O
2. Metode setengah reaksi atau metode ion elektronPrinsip dasar metode setengah reaksi adalah pemisahan reaksi oksidasi dan reaksi reduksi dalam reaksi redoks. Masing-masing reaksi tersebut dinamakan setengah reaksi oksidasi dan setengah reaksi reduksi. Kedua reaksi ini kemudian disetarakan secara terpisah, sebelum digabungkan kembali untuk memperoleh persamaan reaksi redoks yang sudah setara secara keseluruhan.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada metode ini, yaitu:Persamaan reaksi redoks merupakan penjumlahan dua setengah reaksi.Jumlah elektron yang dilepaskan pada oksidasi sama dengan jumlah elektron yang ditangkap pada reduksi.Suasana berlangsungnya reaksi.Metode setengah reaksi digunakan untuk reaksi redoks yang memiliki persamaan reaksi ionik dimana serah terima elektron digambarkan dengan jelas. Pembahasan metode ini, dibagi menjadi dua kondisi, yaitu untuk suasana asam dan suasana basa atau netral.a. Reaksi redoks untuk larutan asamPenyetaraan reaksi redoks untuk kondisi asam dilakukan dengan penambahan ion H+. Untuk menyetarakan persamaan redoks pada suasana asam, harus ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:1. Tulislah bilangan oksidasi setiap unsur untuk mengetahui unsur mana yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.2. Tulislah kerangka setengah reaksi reduksi dan oksidasinya.3. Setarakan jumlah unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi antara ruas kiri dengan ruas kanan dengan menambah koefisien yang tepat.4. Setarakan oksigen (O) dengan menambahkan H2O ke ruas yang kekurangan O5. Setarakan hidrogen (H) dengan menambahkan H+ ke ruas yang kekurangan atom H6. Setarakan muatan dengan menambahakan elektron (e-) ke ruas yang meuatannya lebih positif7. Samakan jumlah elektron pada reaksi reduksi dan oksidasiUntuk lebih jelasnya, perhatikanlah contoh berikut:

Setarakan reaksi berikut dengan metode setengah reaksi:Cu(s) + NO3-(aq) + H+(aq) → Cu2+(aq) + NO2 (g) + H2O (l)
Jawab:Langkah 1, tulislah bilangan oksidasi setiap unsur untuk mengetahui unsur mana yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.0 +5 -2 +1 +2 +4 -2 +1 -2Cu(s) + NO3-(aq) + H+(aq) → Cu2+(aq) + NO2 (g) + H2O (l)oksidasireduksiLangkah 2, tulislah kerangka setengah reaksi reduksi dan oksidasinya.Reduksi: NO3- → NO2Oksidasi: Cu → Cu2+Langkah 3, setarakan jumlah unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi antara ruas kiri dengan ruas kanan dengan menambah koefisien yang tepat.Karena jumlah atom N dan Cu sudah setara, tidak ada yang perlu dilakukanReduksi: NO3- → NO2Oksidasi: Cu → Cu2+Langkah 4, setarakan oksigen (O) dengan menambahkan H2O ke ruas yang kekurangan OReduksi: NO3- → NO2 + H2OOksidasi: Cu → Cu2+Langkah 5, setarakan hidrogen (H) dengan menambahkan H+ ke ruas yang kekurangan atom HReduksi: 2H+ + NO3- → NO2 +H2OOksidasi: Cu → Cu2+Langkah 6, setarakan muatan dengan menambahkan elektron (e-) ke ruas yang muatannya lebih positif.• Pada reaksi reduksi, muatan ruas kiri = 1 x (muatan NO3-) = 1x (3-) =3-Muatan ruas kanan = 2 x (muatan H+) = 2 x (1+) = 2+Jadi, muatan ruas kiri (3-) dan ruas kanan (2+) dapat disetarakan dengan penambahan 1 e- di ruas kanan.• Pada reaksi oksidasi, muatan ruas kiri = 0Muatan ruas kanan = (muatan Cu2+) = 2-Jadi, muatan ruas kiri (0) dan ruas kanan (2-) dapat disetarakan dengan penambahan 2 e- di ruas kiri.Reduksi: H2O + NO3- → NO2 +2H+ + e-Oksidasi: 2e- + Cu → Cu2+Langkah 7, Samakan jumlah elektron pada reaksi reduksi dan oksidasi dengan perkalian silang atau jika jumlah elektron pada reaksi reduksi dan oksidasi adalah kelipatan, maka gunakan faktor terkecil. Lalu, jumlahkan kedua setengah reaksi tersebut.Reduksi: H2O + NO3- → NO2 +2H+ + e- (x2) 2H2O + 2NO3- → 2NO2 + 4H+ +2e-Oksidasi: 2e- + Cu → Cu2+ (x1) 2e- + Cu → Cu2+ + Redoks: 2H2O + 2NO3- + Cu → 2NO2 + 4H+ + Cu2+Jadi, persamaan yang diperoleh adalah2H2O + 2NO3- + Cu → 2NO2 + 4H+ + Cu2+
b. Reaksi redoks untuk larutan basa atau netralPenyetaraan reaksi redok untuk larutan basa atau meta sama dengan larutan asam. Langkah 1-7 untuk larutan asam masih berlaku. Kita hanya perlu menambahkan langkah ke 8 dan 9,yaitu penambahan OH- dan perolehan total reaksi redoks. Untuk menyetarakan persamaan redoks pada suasanabasa, harus ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:1. Tulislah bilangan oksidasi setiap unsur untuk mengetahui unsur mana yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.2. Tulislah kerangka setengah reaksi reduksi dan oksidasinya.3. Setarakan jumlah unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi antara ruas kiri dengan ruas kanan dengan menambah koefisien yang tepat.4. Setarakan oksigen (O) dengan menambahkan H2O ke ruas yang kekurangan O5. Setarakan hidrogen (H) dengan menambahkan H+ ke ruas yang kekurangan atom H6. Setarakan muatan dengan menambahakan elektron (e-) ke ruas yang meuatannya lebih positif7. Samakan jumlah elektron pada reaksi reduksi dan oksidasi8. Menambahkan OH- di ruas kiri dan kanan. Jumlah OH- harus sama dengan jumlah H+ yang ada. OH- dan H+ membentuk H2O.9. Periksa apakah ada spesi yang sama di ruas kiri dan kanan. Jika ada,kurangi jumlah spesi yang lebih besar dengan yang lebih kecil.Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah contoh berikut:

Setarakan reaksi berikut dengan metode setengah reaksi:Au (s) + CN-(aq) +O2(g)→ Au(CN)4- (aq) +OH- (aq)
Jawab:Langkah 1, tulislah bilangan oksidasi setiap unsur untuk mengetahui unsur mana yang mengalami perubahan bilangan oksidasi.0 +4-3 0 +2 +4-3 -2 +1Au (s) + CN- (aq) +O2(g)→ Au(CN)4- (aq) + OH- (aq)reduksioksidasiLangkah 2, tulislah kerangka setengah reaksi reduksi dan oksidasinya.Reduksi: Au → Au2+Oksidasi: O2→ OH-Langkah 3, setarakan jumlah unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi antara ruas kiri dengan ruas kanan dengan menambah koefisien yang tepat.Reduksi: Au → Au2+Oksidasi: O2→ OH- (tidak ada)Langkah 4, setarakan oksigen (O) dengan menambahkan H2O ke ruas yang kekurangan OReduksi: Au → Au2+Oksidasi: O2→ OH- + H2OLangkah 5, setarakan hidrogen (H) dengan menambahkan H+ ke ruas yang kekurangan atom HReduksi: Au → Au2+Oksidasi: 3H++O2→ OH- + H2OLangkah 6, setarakan muatan dengan menambahkan elektron (e-) ke ruas yang muatannya lebih positif.• Pada reaksi reduksi, muatan ruas kiri = 0Muatan ruas kanan = 1 x (muatan Au2+) =1 x (2+) = 2+Jadi, muatan ruas kiri (0) dan ruas kanan (2+) dapat disetarakan dengan penambahan 2 e- di ruas kanan.• Pada reaksi oksidasi, muatan ruas kiri = 3 x (muatan H+) =3 x (1+) = 3+Muatan ruas kanan = 1x (muatan OH-) = 1x (1-) = 1-Jadi, muatan ruas kiri (3+) dan ruas kanan (1-) dapat disetarakan dengan penambahan 4 e- di ruas kiri.Reduksi: Au → Au2+ + 2e-Oksidasi: 4e- +3H++O2→ OH- + H2O

Langkah 7, Samakan jumlah elektron pada reaksi reduksi dan oksidasi dengan perkalian silang atau jika jumlah elektron pada reaksi reduksi dan oksidasi adalah kelipatan, maka gunakan faktor terkecil. Lalu, jumlahkan kedua setengah reaksi tersebut.

Reduksi: Au → Au2+ + 2e- (x2) 2Au → 2Au2+ + 4e-Oksidasi: 4e- + 3H+ +O2→ OH- + H2O (x1) 4e- + 3H+ +O2→ OH- + H2O +Reaksi redoks:2Au +3H+ +O2→ 2Au2+ +OH-+H2OLangkah 8, Menambahkan OH- di ruas kiri dan kanan. Jumlah OH- harus sama dengan jumlah H+ yang ada. OH- dan H+ membentuk H2O.Reaksi redoks: 3OH- + 2Au + 3H+ + O2→ 2Au2+ + OH-+ H2O + 3OH-Reaksi redoks: 3H2O + 2Au + O2→ 2Au2+ + H2O + 4OH-Langkah 9, Periksa apakah ada spesi yang sama di ruas kiri dan kanan. Jika ada,kurangi jumlah spesi yang lebih besar dengan yang lebih kecil.Reaksi redoks: 3H2O + 2Au + O2→ 2Au2+ + H2O + 4OH- (tidak ada)
Jadi, persamaan yang diperoleh adalah3H2O + 2Au + O2→ 2Au2+ + H2O + 4OH-

Menggambar Dengan Menggunakan Teknik Pointilis

Menggambar dan menggambar lagi… yah itulah yang terjadi di kelas X.E dan tentunya dikelas X lainnya SMA N 2 Rembang.
Belum lama ini kami menugaskan siswa sekalian untuk menggambar dengan objek bebas, boleh objek nyata, boleh juga dari alam imajinasi. Namun ada yang lain pada tugas kali ini… biasanya siswa menggambar menggunakan pensil dengan teknik arsir, dusel atau arsir + dusel, sekarang siswa diharuskan menggunakan alat pena atau lebih tepatnya pena gambar (drawing pen).
karya Zahro
Teknik yang diterapkan adalah teknik men-titik-titik atau lebih dikenal dengan teknik pointilis. Jadi, jika biasanya siswa menggunakan arsir atau gabungan garis-gemaris, ada juga yang menggunakan dusel dalam menciptakan ilusi tiga dimensi atawa gelap terang dalam gambarnya, maka kali ini titik-titiklah yang menggantikan “tugas” tersebut!
Bah… titik-titik! Awalnya banyak siswa yang mengeluh… macam-macam komentar beliau-beliau, ada yang pesismis, disamping banyak juga yang optimis  dan tertantang.
karya Faradiah
Yang pesimis biasanya sudah kalah duluan dengan alasan macam-macam…, lama, bosen, de el el, bayangkan me-titik-titik di selembar kertas gambar! Pada akhirnya karya mereka gak maksimal, ada juga yang gak selesai.
Yang optimis maju terus pantang menyerah… ini adalah sebuah tantangan, sebuah pengalaman baru yang menyenangkan. Mereka mau mendengarkan…, dan hasilnya lumayan bagus… ada juga yang bahkan menemukan tekniknya sendiri… pointilis secara cepat dan kilat :) Mungkin ini salah satu kompensasi dari rasa bosan:P
Apapun itu, siswa sekalian sudah mendapat pengalaman ber-pointilis-ria, toh waktu yang akan menguji ketekunan dan kepekaan mereka.
karya temen-temenku lainnya :

karya Khadafi
karya Maharani
karya Dwita

karya Tata